Selasa, 06 Juli 2010

Selamat jalan mahasiswaku..

Pagi ini, mahasiswaku, Febri Umbara berpulang ke rahmatullah. Ia meninggal karena sakit malaria yang diidapnya. Teringat beberapa minggu lalu, ia menyampaikan izin tidak masuk kuliah. Ya Allah, semoga segala amalnya diterima di sisiMu..
Allahummaghfirlahu warhamhu wa'aafihii wa'fu'anhu..

Selasa, 08 Juni 2010

Tentang Fokus

Berikut ini tulisan singkat mengenai "fokus". Diambil dari beberapa sumber. Semoga bermanfaat untuk saya dan untuk yang membaca.

Fokus berarti men-sinergikan segala sumber daya yang dimiliki untuk mencapai 1 tujuan prioritas, sehingga kekuatan sinergi ini lebih besar jika hanya 1 atau 2 sumber daya saja yang dialokasikan untuk mencapai sasaran.

Suatu saat Arjuna sedang mengikuti 1 sesi Training memanah yang dibimbing oleh Sang Guru MahaResi Brahmajay dilapangan tembak area Istana Mardika.
, "apa yang kau lihat" ujar sang Resi, "ada pohon, buah apel, daun hijau dan seekor burung emprit" jawab Arjuna, "turunkan panahmu", pejamkan matamu, kata sang Resi serius, "okey sekarang angkat lagi panah-mu, apa yang kamu liat?"
"saya melihat buah apel dan burung emprit..!!" kata Arjuna, "turunkan panahmu, pejamkan matamu" ujar Sang Resi lagi, "baik sekarang angkat lagi panahmu dan apa yg kamu liat?" "buah apel"!! Jawab Arjuna, "lepaskan anak panahmu…sekarang juga"! perintah sang Resi dan sesaat.."juzz" anak panahpun menancap tepat di buah apel.

Mengapa FOKUS ?

Teman-teman sekalian, jika hasil adalah orientasi anda, maka Fokus pada sasaran utama adalah perilaku yang harus dilakukan, pada saat Arjuna melihat banyak hal, seperti buah apel, dedaunan, burung emprit dan sebagainya, sang Resi menahan Arjuna agar jangan melepaskan anak panah, karena saat itu Arjuna memang belum Fokus pada 1 sasaran utama, pertanyaannya adalah mengapa?
Karena anak panah yang dimiliki Arjuna jumlahnya terbatas,sama juga dengan suatu perusahaan, sumber daya yang dimiliki tentu terbatas dan agar setiap anak panah atau sumber daya yang dilepaskan atau dialokasikan memberikan hasil yang optimum, mau tidak mau kita musti Fokus pada sasaran utama atau prioritas kepada sasaran apa yang paling berdampak pada bisnis dan kelangsungan hidup perusahaan.
Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa dengan Fokus bisa memberikan hasil yang optimum?

Definisi dan Kekuatan FOKUS

Kita tentunya sudah mengetahui bahwa jika sinar matahari yang ditangkap oleh lensa cembung, kemudian sinar tersebut diarahkan pada 1 titik, katakanlah pada selembar kertas, maka tidak lama kertas tersebut akan terbakar pada titik dimana sinar matahari difokuskan, ini terjadi karena lensa cembung menarik dan mengumpulkan 7 frasa sinar penyusun cahaya matahari menuju satu titik, sehingga energi panas menjadi begitu kuat hingga mampu membakar kertas.
Fokus berarti men-sinergikan segala sumber daya yang dimiliki untuk mencapai 1 tujuan prioritas, sehingga kekuatan sinergi ini lebih besar jika hanya 1 atau 2 sumber daya saja yang dialokasikan untuk mencapai sasaran.
Dengan Fokus akan meminimalkan kerugian, dan meningkatkan kemungkinan berhasil mencapai sasaran bisnis, dan tentunya menghasilkan profit yang maksimum.

Anakku Oh Anakku

Raushan Fikri, sekarang sudah berusia 2 tahun 1 bulan. Di usianya yang sekarang, tahap-tahap perkembangannya sudah semakin nampak. Di antara kemampuan yang paling menonjol adalah kemampuan berkomunikasi. Walaupun pelafalan katanya ,masih belum begitu jelas, tapi ia benar-benar sudah mampu berkomunikasi secara aktif. Ia sering sekali membantuku menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kecil, semisal mengambil minum, menyimpan alat makan, melap air yang tumpah, melipat baju, bahkan nyetrika bajunya sendiri. Hehehe, sangat-sangat membantu... . Dan saat saya mengucap, "terima kasih sayang sudah membantu ummi..", maka ia langsung menjawab. "ama-ama mi .."(red:sama-sama ummi). Senangnya mendengar jawaban dari buah hatiku itu. Selain itu, anakku juga sudah pandai "merayu". Saat ia membuat saya kesal dan mimik muka saya mulai memperlihatkan kemarahan, maka ia biasanya langsung marayu dengan mengatakan, "mi atik...",(red: ummi cantik) dengan intonasinya yang khas sambil menyodorkan tangan meminta maaf atas kesalahannya. Kontan hati saya langsung luluh, dan segera merangkul dan menciumnya. Anakku oh anakku..
Selain kemampuan berkomunikasi, yang paling terlihat di usianya sekarang adalah kekuatan fisiknya yang sepertinya tak kenal lelah. Energinya sangat luar biasa. Dalam permainan yang didominasi fisik seperti main sepeda, mobil-mobilan, lompat-lompat, joged-joged, sampai ngacak-ngacak apapun yang bisa diacak ia biasanya bertahan pada batas dimana orang dewasa seperti ummi abinya udah kewalahan.Dan kalo udah main sepeda dan mobil-mobilan besar, maka ia biasanya sampai membawa ke atas kasur..hebat..hebat..
Dalam permainan yang menggunakan alat, maka ia paling senang membuat puzzle. Ia susun puzzle-puzzle sampai tinggi, dan kalo sudah tinggi maka ia hancurkan dengan cara melemparnya dan kemudian ia susun yang baru. Dalam hal makanan, sekarang ini ia sedang hobi makan roti diolesi mentega ditaburi coklat dan keju. Hampir setiap hari, sehingga porsi makan nasi yang sudah sedikit menjadi makin sedikit. Hah, anakku makin kecil ajah..
Banyak sekali cerita ceria tentang raushan fikri..
Selain cerita ceria, ada juga beberapa hal yang menguji kesabaranku. Di antaranya, tentang aspek emosinya. akhir-akhir ini ia sangat sensitif. Dengan stimulasi minimal, responnya terasa berlebihan. Hal ini paling sering terjadi pad waktu-waktu tertentu, seperti saat menjelang dan bangun tidur, saat keinginannya tak terpenuhi, dan saat dilarang melakukan sesuatu. Dalam kondisi demikian saya kadang merasa tak mampu menenangkannya dan berujung kemarahan. Kadang saya berpikir, kok anak saya tidak seperti anak-anak lain yang relatif diam dan tidak mengesalkan. Sekarang saya sedang berusaha memahami kondisi emosi anak saya dan mencari berbagai informasi untuk mengetasi kondisi ini. Kalau ada yang tahu mohon nasihatnya..

Senin, 19 April 2010

Refleksi..

Waktu berganti,
Isyarat kedekatan dengan titik yang pasti,

Tersirat makna pada tiap guratan takdir yang Ia beri,

Ada yang datang,
Ada yang pergi,
Ada yang membahagiakan, ada yang menguji kesabaran
Kadang mengundang tawa,tak jarang berujung tangis

silih berganti,
meninggalkan jejak berarti ..

Ya Allah,
Terima kasih atas segala kesempatan yang Engkau beri,
Kesempatan untuk memiliki, menjaga, mencintai, menerima, dan berbagi.
Kesempatan menghela nafas dalam pengabdian terindah untukMu.

Ya Allah, tuntun hamba dalam keaatan padaMu..

Senin, 05 April 2010

Aku Berjanji Takkan Pernah Terulang..

Pagi itu, seperti pagi-pagi yang setiap hari dijelang, saya sibuk dengan rutinitas sebelum berangkat kerja. Karena malam sebelumnya kecapean walhasil semua persiapan esok numpuk di pagi itu. Dengan agak terburu-buru saya siapkan semua seadanya. Alhamdulillah semua beres, tinggal nunggu sang buah hati, raushan fikri yang belum juga terbangun. Aneh, biasanya ia bangun cepet..sampai kira2 jam tujuh kurang lima anak sholeh sealam semesta belum juga bangun,,(akhir2 ini raushan memang suka tidur malam, jadi paginya bangun agak siang). Padahal kalo mau ikut mobil jemputan, jam tujuh saya harus udah nongkrong dijalan. Maka saya putuskan meminta suami untuk mengantar sebentar ke jalan dengan asumsi hanya sebentar saja, jadi raushan insyaAllah gak akan bangun sampai suami pulang lagi ke rumah. Sesampainya di jalan ternyata eh ternyata saya udah ditinggal..twewewew...fiuhhh...agak nyesel, kalo saja lebih cepat sedikit pasti gak ditinggal..tapi yasutralah..akhirnya suami mengantar saya mencari angkutan umum dan tentu saja dengan agak ngebut, khawatir raushan keburu bangun.

Singkat cerita saya sampai di kantor. Dalam kondisi hati yang kurang nyaman, entah kenapa. Mungkin karena saya pergi ke luar rumah dalam kondisi yang tidak nyantei, terburu2, dan tidak sempat juga menyaksikan raushan bangun. Benar saja firasat saya, beberapa waktu kemudian, suami sms, ia sampaikan bahwa sepulang mengantarkan saya di depan rumah sudah banyak tetangga berkerumun. Mereka mencoba masuk rumah karena di dalam raushan menangis menjerit-jerit ketakutan. Ia mencoba membuka pintu namun tak pernah bisa karena memang dikunci dari luar. Astaghfirullah…Ya Allah..hati ini lunglai mendengar kabar seperti itu, rasa bersalah yang sangat mendera, dan tanpa terasa air mataku menetes, seketika aku tersungkur berdoa memohon ampun,

“Ya Allah, maafkan hamba atas kelalaian ini, ampuni Ya Rabb..”
“Raushan..sayang..maafkan ummi yang tak becus menjagamu..ummi yang rela meninggalkanmu seperti itu..maafkan, Nak”

Padahal andai saja saya berpikir lebih jauh pagi itu, andai saja saya memilih terlambat sejak awal daripada meninggalkan buah hati tercinta dalam “kurungan”..
Sejenak saya terdiam menghela nafas panjang,..Rasanya ingin cepat pulang, ingin segera memastikan raushan gak kenapanapa..
Sampai saatnya perjalanan menuju rumah,,saya segera menjemput raushan di tempat penitipan. Dan saat bertemu dengannya, aneh sekali, ada yang aneh dengan anakku, tak seperti biasa ia nampak cuex, wajahnya cemberut, sepertinya ia kesal, marah melihatku, padahal biasanya ia segera berlari menghampiri saat dijemputku. Lagi2 saya merasa sangat bersalah. Ini pasti efek dari kejadian tadi pagi. Dan yang lebih membuatku merasa bersalah, pengasuhnya bilang seharian raushan gak mau makan, gak mau main, sedikit2 marah, kurang bersahabat dengan teman2nya.
Ya Allah..saya yakin semua ini efek kejadian tadi pagi,,astaghfirullaah..semoga Allah dan raushan memaafkanku.

Kupeluk ia erat, ku ciumi ia, dan segera aku meminta maaf padanya…
Dan sejak saat itu saya berjanji, “takkan pernah terulang untukmu, Sayang..”
Karena engkau adalah cahaya hatiku, penyejuk jiwaku..

“Yaa Allah..hamba mencintai putera hamba ,Muhammad Raushan Fikri Arif, karenaMu…”

Rabu, 17 Maret 2010

Inspiring

Alhamdulillah hari ini dapat inspirasi, moga bermanfaat..

Pelaut yang ulung tidak akan lahir di laut yang tenang
(Orang-orang yang hebat tidak akan lahir dari orang yang tidak pernah mendapat ujian dan tempaan hidup)

Hidup itu ibarat huruf i, tugas kita adalah membuat garis (usaha/aktifitas/kerja) sebanyak-banyaknya dan yang membuat titik adalah Sang Pencipta. Jangan sampai Allah memberikan titik sementara kita tak membuat garisnya. Karena titik tanpa garis tak akan menjadi huruf i.

Doa Untuk Sahabat Sejati

Ya Allah, hambaMu ini bukan siapa-siapa,
tak berarti apa-apa, bahkan tak tahu malu karena terlalu banyak meminta padahal sering alfa. Namun, hanya padaMu hamba panjatkan do'a.
Ya Rabb, kabulkanlah do'a hamba..

Duhai Yang Maha Kuasa,
Hamba teringat seorang sahabat, ia ada nun jauh di sana,
jagalah sahabat hamba, lindungi ia dari segala alfa dan dosa,
Kuatkan ia dalam mengarungi lika-liku kehidupan,
Jaga ia dalam kesabaran dan kemudahan menjalankan setiap tantangan dan ujian,

Ya Allah jagalah kecantikannya agar ia lebih mulia dari bidadari surga,
tetapkan ia dalam husnul khatimah..

Aamiin Ya Rabbal 'aalamiin